Ketum INTANI: Indonesia Punya Pontensi Besar dari Sektor Agraris

0
303
Ketua Umum Insan Tani dan Nelayan Indonesia Guntur Subagja Mahardika (foto: dok/Indonesiadaily).

GUNTUR.ID – Insan Tani dan Nelayan Indonesia (INTANI) menggelar Webinar bersama ketua INTANI, Guntur Subagja dan ketua umum Tani HKTI, Rina Sa’adah.

Krisis Regenerasi Petani dan Mencetak Petani Milenial, adalah tajuk yang diangkat dalam webinar kali ini. Melihat minimnya generasi muda yang bersedia dan ingin menjadi petani. Hal ini menyebabkan krisis petani Milenial di Indonesia.

“Usia petani yang saat ini dikategorikan muda atau milenal hanya sekitar 6% yakni Usia 18 sampai 25 atau 30an. Dengan jumlah 33, 4 juta petani ada sekitar 1,7 juta orang. Dan ini Jumlah yang sangat kecil,” ujar Guntur dalam sambutannya (05/05).

Minimnya generasi muda yang berkeinginan menjadi petani juga disebabkan oleh anggapan pemuda bahwa bekerja di bidang pertanian adalah pekerjaan kotor. Hal ini yang harus diluruskan kembali untuk meningkatkan minat pemuda di bidang pertanian.

“Biro badan Pusat statistika (BPS) menyampaikan dan mewarning kita semua bahwa beberapa tahun kedepan kita terancam tidak memiliki petani kalau seandainya tidak ada regenerasi petani yg dilakukan secara akselerasi,” ujarnya.

Pentingnya regenerasi petani juga menjadi suatu hal yang krusial dalam masa pandemi covid-19. Karena kebutuhan-kebutuhan pokok dengan akses impor dan ekspor yang terbatas, memaksa kita untuk memenuhi kebutuhan sendiri, khusunya dalam hal kesediaan pangan.

Tidak hanya dalam hal kesediaan pangan, tapi di bidang farmasi, sektor pertanian juga sebagai komoditas utama. Obat-obatan yang dibutuhkan merupakan bahan yang berasal dari pertanian.

“Kita merasakan betul ditengah pandemi covid yang hampir setahun, bagaimana sektor pertanian dan sektor pangan menjadi kebutuhan utama dan kita tidak bisa lagi tergantung pada negara lain, dimana logistik jalur impor dan ekspor terganggu kita harus betul-betul bisa memproduksi kebutuhan kita sendiri dan potensinya itu ada.
Kemudian, sektor pertanian juga menjadi komoditas untuk farmasi. Karena masyarakat lebih sadar terhadap kesehatan, dan yang terakhir adalah life style,” tambahnya.

Indonesia, memiliki potensi yang cukup baik sebagai negara agraris untuk mengembangkan sektor pertanian. Oleh karena itu, regenerasi pemuda milenial di sektor pertanian perlu dilakukan.(ed/ud).

SHARE

LEAVE A REPLY